Pengaruh
daun Sirsak terhadap Penurunan Tekanan Darah
Muhammad Ridza Zulkarnain
Program Studi S1
Farmasi, sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Borneo Lestari
Email:
Alexanderzulkarnain090@gmail,com
ABSTRAK
Hipertensi merupakan
penyebab kematian dan kesakitan yang tinggi. Prevalensinya yang tinggi dan
cenderung meningkat di masa yang akan datang, dapat menimbulkan stroke,
penyakit jantung, bahkan kematian. Pengendalian hipertensi menggunakan obat
anti hipertensi menjadi kendala karena efek samping dan biaya yang mahal.
Penanggulangan hipertensi melalui perubahan gaya hidup sehat dan dapat juga
digunakan tanaman herbal antara lain Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) dalam
bentuk teh yang secara empiris dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan
penelitian untuk mengetahui pengaruh teh daun sirsak terhadap penurunan tekanan
darah normal pada laki-laki dewasa muda. Metode yang digunakan adalah metode
prospektif eksperimental laboratorium quasi, menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL), bersifat komparatif dengan desain penelitian pre-test dan posttest. Data
yang diukur adalah tekanan darah sistolik dan diastolik dalam satuan mmHg pada
30 orang laki-laki dewasa muda sebelum dan sesudah pemberian teh daun sirsak
dalam 200 ml air. Pengukuran dengan menggunakan metode gabungan
palpasi-auskultasi pada posisi duduk menyentuh lantai dan tangan diatas paha.
Analisis data menggunakan metode uji “t” berpasangan dan uji “t” tidak
berpasangan, dengan α=0,05, menggunakan perangkat lunak komputer, kemaknaan
ditentukan berdasarkan nilai p<0,05. Hasil rerata tekanan darah dengan uji “t” berpasangan sesudah minum teh daun sirsak (106,04/70,07 mmHg) lebih rendah daripada sebelum minum teh daun sirsak (116,94/76,47 mmHg) menunjukkan penurunan tekanan darah yang sangat bermakna (p=0,00). Sedangkan hasil uji “t” tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan presentase penurunan yang tidak bermakna (p=0,417>0,05)
antara rerata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah minum
teh daun sirsak.
Kata
kunci: Tekanan darah, Dewasa Muda
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak
menular yang menjadi masalah kesehatan sangat serius saat ini. Hipertensi
disebut juga sebagai the silent killer. Hipertensi menurut kriteria The Seventh
Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and treatment of
High Blood Pressure (JNC VII) tahun 2003, didefinisikan sebagai tekanan darah
sistol ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastol ≥ 90 mmHg, atau sedang dalam
pengobatan anti hipertensi (JNC VII, 2003).
Menurut WHO dan the International Society of
Hypertension (ISH), saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh
dunia, dan 3 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya. Tujuh dari setiap 10
penderita tersebut tidak mendapatkan pengobatan secara adekuat (Ekowati 2009).
Pada tahun 2000 sekitar seperempat (1 miliar) dari
populasi seluruh dunia mengalami hipertensi. Jumlah pasien dengan hipertensi
meningkat setiap tahun, dan pada tahun 2025 diperkirakan akan meningkat menjadi
29% dari populasi. Di Indonesia, prevalensi hipertensi belum diketahui dengan
pasti, hanya ada untuk daerah tertentu dengan hasil yang berbeda. Di Jakarta
prevalensi hipertensi sebesar 16,5%, Sumatera Barat 24%, Jawa Barat 15% dan
Papua kurang dari 2%. Menurut Depkes diperkirakan prevalensi hipertensi di Indonesia
17% (Lucky, 2011).
Prevalensi hipertensi di Indonesia menurut data
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional 2007 dari hasil pengukuran tekanan
darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi hipertensi di Indonesia
sebesar 31,7%, hanya 7,2% penduduk yang sudah mengetahui memiliki hipertensi
dan hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi. Pengobatan hipertensi dapat
dilakukan dengan cara farmakologis dan nonfarmakologis. Pengobatan secara
nonfarmakologis adalah dengan berolahraga dan menjaga pola makan seperti diet
rendah garam. Pengobatan secara farmakologi dengan menggunakan obat anti
hipertensi. Dikenal 5 golongan obat lini pertama yang biasa digunakan untuk
pengobatan awal hipertensi, yaitu: ACE inhibitor, Angiotensin Receptor Blocker,
antagonis kalsium, diuretik, dan beta blocker, selain itu dikenal juga obat
sebagai lini kedua, yaitu: penghambat saraf adrenergik, agonis alfa 2 sentral,
dan vasodilator, namun pengobatan secara farmakologi dapat menimbulkan efek
samping bila dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Efek samping sistemik yang
paling sering terjadi pada semua obat adalah hipotensi, sedangkan pada ACE
inhibitor dapat menyebabkan batuk selama pengobatan. Akhir-akhir ini pengobatan
hipertensi yang sering dilakukan oleh masyarakat ialah mengonsumsi tanaman
herbal yang diyakini mampu menurunkan tekanan darah. Masyarakat lebih memilih
tanaman herbal karena dapat dibuat sendiri di rumah oleh anggota keluarga dan
bahannya mudah, efek samping jarang, didapat dengan harga ekonomis (murah).
Daun sirsak akhir-akhir ini sering digunakan sebagai pengobatan alternatif
hipertensi. Kandungan daun sirsak yang diperkirakan dapat menurunkan tekanan
darah adalah kalium. Ion kalium dalam cairan ekstrasel akan menyebabkan jantung
menjadi relaksasi dan juga membuat frekuensi denyut jantung menjadi lambat.
Selain itu kalium juga mengatur keseimbangan cairan tubuh bersama natrium,
menghambat pengeluaran renin, berperan dalam vasodilatasi arteriol, dan
mengurangi respon vasokontriksi endogen, sehingga tekanan darah turun.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa
yang dimaksud dengan hipertensi?
2.
Apa
saja penyebab hipertensi?
3.
Bagaimana
cara mengurangi/Menyembuhkan hipertensi?
PEMBAHSAN
A.
Pengertian
Masyarakat kita umumnya sudah mengenal dan mengetahui tanaman
sirsak. Dari zaman dahulu, tanaman ini sudah dimanfaatkan buah dan
daunnya.Sirsak, dengan bentuk buah yang unik memberikan rasa yang manis, asam,
dan segar ketika dikonsumsi. Dikarenakan buah ini berumur simpan pendek, yang
mampu bertahan 2-3 hari, maka buah sirsak tidak sepopuler buah-buah lainnya
seperti jeruk atau apel.Masyarakat hanya sebatas mengenal, mengetahui,dan
mengonsumsi buahnya saja.Secara Tradisional dsun sirsak mempunyai khasiat untuk
mengobati berbagai penyakit, seperti obat hipertensi, rematik, diabetes,
cacingan, demam, batuk, kanker, asma, gangguan pencernaan dan meredakan stress
pada otak. Daun sirsak berbentuk bulat panjang dengan ujung lancip pendek. Daun
tuanya berwarna hijau tua sedangkan daun mudanya berwarna hijau kekuningan.
Daun sirsak banyak mengandung zat aktif yang berkhasiat, diantaranya
annocatalin, gigantetronin, linoleic acid, dan muricapentocin. Selama ini daun
sirsak diketahui khasiatnya secara tradisional yang berkhasiat untuk mengobati
berbagai penyakit.
Tekanan darah tinggi atau
hipertensi adalah kondisi umum dimana cairan darah dalam tubuh menekan dinding
arteri dengan cukup kuat hingga akhirnya menyebabkan masalah kesehatan, seperti
penyakit jantung. Tekanan darah ditentukan dengan jumlah darah yang di pompa
jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah pada arteri anda. Semakin
banyak darah dipompa jantung dan arteri akan menyempit, tekanan darah akan
meningkat.
Di masa ini berbagai jenis penyakit yang dulunya hanya ditemui pada
sedikit orang, mulai menjadi popular karena jumlah penderitanya meningkat
drastis. Jenis penyakit seperti
hipertensi, kolesterol, dan stroke sangat sering kita dengar dan mudah
ditemukan disekitar kita. Selain penyakit berbahay, penyakit ini dapat
mematikan bagi orang yang terkena. Apalagi jika penyakit ini mendekati kita,
alangkah baiknya jika kita melakukan pencegahan dini dengan makan bergizi sehat
dan tidak mengandung kolesterol jahat dan perbanyak sayuran dan buah. Selain
itu tidak hanya dari makanan saja, dalam hal minuman juga perlu dijaga. Kurangi
minuman beralkohol, minuman ringan, minuman kaleng, dan minuman banyak lagi
yang berbahaya bagi tubuh.Gejala atau tanda-tanda terjadinya hipertensi
kebanyakan tidak muncul atau tidak terlihat pada orang yang memiliki tingkat
hipertensi meskipun dengan tingkat hipertensi yang tinggi sampai mengancam
nyawa mereka. Namun, beberapa orang akan mengalami pusing dan mimisan pada
tahap hipertensi yang sangat tinggi.
Tekanan darah tinggi atau
hipertensi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplei
oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh
yang membutuhkannya. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan angka kesakitan
atau mirbiditas dan angka kematian atau mortalitas. Hipertensi merupakan
keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal
atau kronis dalam waktu yang lama (Saraswati, 2009).
Hipertensi sekunder yaitu
hipertensi yang merupakan akibat dari adanya penyakit lain. Faktor ini juga
erat hubungannyadengan gaya hidup dan pola makan yang kurang baik. Faktor
makanan yang sangat berpengaruh adalah kelebihan lemak (obesitas), konsumsi
garam dapur yang tinggi, merokok dan minum alkohol. Apabila riwayat hipertensi
didapatkan pada kedua orang tua, maka kemungkinan menderita hipertensi menjadi
lebih besar. Faktor-faktor lain yang mendorong terjadinya hipertensi antara
lain stress, kegemukan (obesitas), pola makan, merokok (M.Adib, 2009).
Hipertensi sulit disadari oleh
seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus. Menurut Sutanto
(2009), gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu : gejala ringan
seperti, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa
pegal, mudah marah, telinga berdengung, sukar tidur, sesak napas, rasa berat
ditengkuk, mudah lelah, mata berkunang-kunang, mimisan (keluar darah dari
hidung).Pencegahan hipertensi dapat Anda lakukan dengan melakukan beberapa hal
berikut.Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat (Sayur dan buah), mengurangi
konsumsi garam, alkohol, dan makanan yang berlemak tinggi, mengurangi berat
badan, istirahat yang cukup, dan olahraga yang teratur, lakukan pengecekan
tekanan darah secara rutin (Mauren, 2012).
Daun sirsak memiliki
antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, sama halnya dengan bahan alami
lainnya, antioksidan ini dapat melenturkan dan melebarkan pembuluh darah serta
menurunkan tekanan darah. Seperti yang dikutip dari solopos.com, berikut ini
cara mengobati hipertensi menggunakan daun sirsak.
1.Siapkan beberapa daun sirsak,
pilih daun yang berwarna hijau tua atau daun yang sudah matang,
2.Bersihkan daun sirsak tersebut kemudian bersihkan denganair,
3.Anda dapat meminum rebusan
daun sirsak tersebut dua atau tiga kali sehari.
Untuk menjaga kesehatan, Anda
dapat meminum air rebusan daun sirsak setidaknya seminggu dua atau tiga
kali.Point yang paling penting adalah menjaga kesehatan dengan berolahraga
secara rutin, menjaga pola makan, membiasakan gaya hidup sehat dan selalu check
up atau mengontrol kesehatan Anda agar dapat segera dideteksi penyakit yang
sedang Anda derita.(Admin 2013).
Zat-zat antioksidan membantu menurunkan
tekanan darah melalui beberapa mekanisme, yaitu mencegah penyakit jantung,
mengurangi kolesterol dalam darah, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi
timbulnya atherosclerosis, mencegah timbulnya agresi platelet, dan melindungi
sel-sel pembuluh darah (Bruneton, 1999; Buhler Miranda, 2000).
PENUTUP
A.
Kesimpulan
daun sirsak menurunkan tekanan darah sistolik dan
diastolik normal pada laki-laki dewasa muda.Teh daun sirsak berefek sama
terhadap penurunan tekanan darah normal sistolik dan diastolik normal pada
laki-laki dewasa muda.
B.
Saran
Bagi para penderita hipertensi dapat menggunakan teh
daun sirsak sebagai pengobatan alternatif yang mudah, praktis dan relatif
murah. Untuk penelitian selanjutnya dilakukan penelitian mengenai teh daun
sirsak terhadap penurunan tekanan darah normal pada perempuan dewasa muda,
mencari lagi manfaat lain dari teh daun sirsak, menemukan dosis tepat untuk
penggunaan daun sirsak bagi penderita hipertensi.
REFERENSI
Admin.Manfaat Daun
Sirsak UntukHipertensi. http://manfaatdaunsirsaksehat.blogspot.com/2013/05/manfaat-daun-sirsak-untuk-hipertensi.html. mei.2013
Mauren .M.tekanan darah
tinggi. http://www.deherba.com/tekanan-darah-tinggi-pencegahan-dan-pengendalian.html. maret 2012
M.adib.gejala
hipertensi. http://gejalahipertensi.com/.2009
Denio A. Ridjab. 2007.
Modifikasi Gaya Hidup Sehat dan Tekanan Darah. Majalah Kedokteran Indonesia.
3(57):160.
Departement Kesehatan
Republik Indonesia. 2007. Masalah Hipertensi di Indonesia.
http://www.depkes.go.id/index.php /berita/press-release/1909-masalahhipertensi-di-indonesia.html.
6 Mei 2012.
Nafrialdi. 2007.
Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta: Departemen Farmakologi dan
Teraupetik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. p. 341-36 4. Eka
Hasnawati. 2012. Keajaiban Sirsak Menumpas 7 Penyakit. Yogyakarta: easymedia
Guyton & Hall,
2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC. p.146, 148, 217,
210-1, 259, 266, 268, 285-7.
Onyechi et al.
2012.Nutrient, Phytochemical Composition and Sensory Evaluation Of Soursop (Annona
muricata) Pulp and Drink in South Eastern Nigeria. International Journal of
Basic & Applied Sciences IJBASIJENS Vol:12 No:06. 124006-8787- IJBAS-IJENS
@ December 2012 IJENS
Ganong. W. F. 2005. Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran. Jakarta: EGC, Ed 22. p. 552, 549, 560, 564-565, 575-579.
Engler M.B., Engler M.M. 2006. The emerging
role of flavonoid-rich cocoa and chocolate in cardiovascular
info nya sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, trimakasih...
BalasHapusSanvat membantu
BalasHapusMantappp
BalasHapusMantappp
BalasHapus